UAS Seminar MSDM
Nama : Tara Riski Amalia
NIM : 01217113
Prodi : Manajemen (B)
PERTANYAAN
1. Coba
gambarkan bagaimana masalah analisis Sumber Daya Manusia seharusnya dilakukan
jauh sebelum dilakukan merger Apria.
2. Dengan
adanya masalah yang dialami baik Key Corp. maupun Apria, tindakan apa yang
dapat diambil untuk mulai menciptakan budaya organisasi yang leibh baik?
JAWABAN
1. Penggabungan
kedua perusahaan menciptakan nilai tambah yang disebut dengan nilai “sinergi”.
Nilai
sinergi memiliki tiga bentuk:
- Pendapatan: Dengan menggabungkan kedua perusahaan, kita akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibanding jika kedua perusahaan beroperasi secara terpisah.
- Biaya: Dengan menggabungkan kedua perusahaan, kita akan mendapatkan biaya yang lebih rendah dibanding jika kedua perusahaan beroperasi secara terpisah.
- Biaya Modal: Dengan menggabungkan kedua perusahaan tersebut, kita akan mendapatkan biaya modal keseluruhan yang lebih rendah.
Umumnya biaya yang lebih rendah
adalah kontributor terbesar dari nilai sinergi. Banyak merger didorong oleh
kebutuhan untuk memangkas biaya. Penghematan biaya sering kali berasal dari
penghapusan layanan yang berlebihan, seperti sumber daya manusia, akuntansi,
teknologi informasi, dan lain-lain. Namun merger terbaik tampaknya memiliki
alasan strategis untuk menciptakan kombinasi bisnis. Alasan strategis ini
meliputi:
- Positioning – Mengambil keuntungan dari peluang masa depan yang bisa dimanfaatkan saat kedua perusahaan digabungkan. Misalnya, perusahaan telekomunikasi dapat memperbaiki posisinya untuk masa depan jika memiliki perusahaan digital. Perusahaan perlu memposisikan diri untuk memanfaatkan tren yang muncul di pasar.
- Gap filling – Satu perusahaan mungkin memiliki kelemahan utama (seperti distribusi yang buruk) sedangkan perusahaan lain memiliki kekuatan yang signifikan. Dengan menggabungkan dua perusahaan, masing-masing perusahaan saling mengisi celah strategis yang penting untuk kelangsungan hidup jangka panjang.
- Kompetensi organisasi – Memperoleh sumber daya manusia dan modal intelektual dapat membantu memperbaiki pemikiran dan pengembangan inovatif di dalam perusahaan.
- Akses pasar yang lebih luas – Memperoleh perusahaan asing dapat memberi perusahaan akses cepat ke pasar global yang sedang berkembang.
Merger juga bisa didorong oleh
alasan bisnis dasar, seperti:
- Bargain purchase – Mungkin lebih murah untuk mengakuisisi perusahaan lain kemudian menginvestasikannya secara internal. Misalnya, anggap perusahaan sedang mempertimbangkan perluasan fasilitas fabrikasi. Perusahaan lain memiliki fasilitas yang sangat mirip yang saat ini sedang tidak terpakai. Mungkin lebih murah untuk mengakuisisi perusahaan dengan fasilitas yang tidak terpakai tersebut, lalu kemudian pergi ke tempat lain dan membangun fasilitas baru sendiri.
- Diversifikasi – Mungkin diperlukan untuk memperlancar pendapatan dan mencapai pertumbuhan dan profitabilitas jangka panjang yang konsisten. Hal ini terutama berlaku untuk perusahaan-perusahaan di industri yang sangat matang dimana pertumbuhan di masa depan tidak mungkin terjadi. Perlu dicatat bahwa pengelolaan keuangan tradisional tidak selalu mendukung diversifikasi melalui M&A. Diyakini secara luas bahwa investor berada dalam posisi terbaik untuk melakukan diversifikasi, bukan pengelolaan perusahaan karena mengelola perusahaan baja tidak sama dengan menjalankan perusahaan perangkat lunak.
- Pertumbuhan jangka pendek – Manajemen mungkin berada di bawah tekanan untuk mengubah pertumbuhan dan profitabilitas yang lamban. Akibatnya M&A dilakukan untuk meningkatkan kinerja yang buruk.
- Target yang dinilai terlalu rendah – Perusahaan target mungkin undervalued dan dengan demikian, M&A merupakan investasi yang bagus. Beberapa merger dilaksanakan karena alasan “keuangan” dan bukan alasan strategis.
2. Yang harus dilakukan :
a. Tahap 1 – Pre Acquisition Review: Langkah pertama adalah menilai
situasi diri sendiri dan tentukan apakah strategi M&A harus dilaksanakan
b.
Tahap 2 – Search &
Screen Targets: Tahap kedua dalam proses M&A adalah mencari
calon perusahaan target. Perusahaan target harus memenuhi serangkaian kriteria
sehingga perusahaan target cukup sesuai dengan perusahaan yang mengakuisisi.
Misalnya, penggerak kinerja perusahaan target harus melengkapi perusahaan yang
mengakuisisi. Kompatibilitas dan kecocokan harus dinilai berdasarkan berbagai
kriteria: ukuran relatif, jenis usaha, struktur modal, kekuatan organisasi,
kompetensi inti, saluran pasar, dll.
C.
Tahap 3 – Investigate
& Value the Target: Tahap ketiga dari M&A adalah
melakukan analisis yang lebih detail terhadap perusahaan target. Anda ingin
memastikan bahwa perusahaan target benar-benar cocok dengan perusahaan yang
mengakuisisi. Ini akan memerlukan tinjauan menyeluruh atas operasi, strategi,
keuangan, dan aspek lain dari perusahaan target. Tinjauan detail ini disebut “due diligence.” Secara
khusus, due diligence
tahap 1 dimulai setelah perusahaan target dipilih. Tujuan utamanya adalah untuk
mengidentifikasi berbagai nilai sinergi yang dapat direalisasikan melalui
M&A dari perusahaan target. Investment
Bankers saat ini dilibatkan untuk membantu evaluasi ini.
d.
Tahap 4 – Acquire through Negotiation: Setelah memilih perusahaan
target, selanjutnya dimulai proses negosiasi. Di tahap ini perlu dikembangkan
rencana negosiasi berdasarkan beberapa pertanyaan kunci berikut:
- Seberapa besar penolakan yang akan kita hadapi dari perusahaan target?
- Apa manfaat M&A untuk perusahaan target?
- Apa yang akan menjadi strategi penawaran perusahaan pengakuisi?
- Seberapa banyak penawaran perusahaan pengakuisi pada putaran pertama penawaran?
e. Tahap 5 – Post
Merger Integration:
Jika semuanya berjalan lancar, kedua perusahaan akan mengumumkan kesepakatan
untuk menggabungkan kedua perusahaan tersebut. Kesepakatan tersebut
diselesaikan dalam perjanjian M&A resmi. Hal ini membawa kita pada fase
kelima dan terakhir dalam Proses M&A, yaitu integrasi kedua
perusahaan.
Terima kasih
#bangganarotama
#missmanagement
#narotamajaya
#universitasnarotama
#elinanarotama
#kuliahdirumah
#ujiandarirumah
Komentar
Posting Komentar